Menerapkan Pembagian Tak Langsung
Fungsi kepala pembagi (Dividing Head) : diguankan untuk membantu membuat berbagai macam bentuk antara lain: membuat segi banyak beraturan (kepala baut), membuat beberapa lubang dengan jarak sudut tertentu, membuat alur lurus pada poros (spline), membuat alur miring pada poros (helical), membuat berbagai macam roda gigi (spuur gear, helical gear, bevel gear), membuat bentuk spiral dsatar (bubungan/ cam) dan lain sebagainya.
A. Bagian Bagian Kepala Pembagi
Bagian yang sering digunakan: keping pembagi tetap dengan jumlah lubang 24 buah, tiga buah keping pembagi (index plate) dengan jumlah lubang yang berbeda-beda, pasangan poros dan roda gigi cacing (shaft and worm gear), pasangan roda gigi miring (helical gear), poros penyambung, jangka/ lengan perempat ( sector arm), engkol (crank) dan pin.
B. Menggunakan Kepala Pembagi
Kepala pembagi dipasang pada alur T meja mesin dengan cara dijepit menggunakan baut dan mur. Pencekam kepala pembagi dapat dipasang dalam posisi mendatar, miring, atau tegak. Dalam penggunaannya, kepala pembagi dapat digunakan secara langsung atau dapat dibantu dengan menambah seperangkat roda gigi pengganti yang umumnya dipasang pada sebuah kotak roda gigi (gear box) dihubungkan sebuah poros yang panjang.
C. Metode-Metode Pembagian
metode pembagian dalam penggunaan kepala pembagi, ada tiga yaitu: pembagian langsung (direct), pembagian tak langsung (indirect) dan pembagian urai (differential).
1. Metode Pembagian Langsung
Pembagian yang paling sederhana dari ketiga metode pembagian adalah metode pembagian langsung yaitu dengan memanfaatkan bagian dari kepala pembagi yaitu keping pembagi tetap dengan jumlah lubang 24 yang terpasang satu poros dengan roda gigi cacing yang berada didepannya, dalam penggunaan metode ini perpindahan posisi benda kerja kita lakukan dengan cara memutar pencekam benda kerja (three jaws chuck) kemudian pin dimasukkan pada lubang keping pembagi tetap. Metode pembagian langsung ini dapat digunakan untuk angka angka seperti 2, 3, 4, 6, 8, 12 dan 24.
a. Perhitungan metode pembagian tak langsung
penentuan jumlah lubang (putaran) dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:
n= 24/Z
Keterangan:
n= jumlah lubang (putaran)
24: jumlah lubang pada keping pembagi tetap
Z: angka pembagian (benda kerja)
2. Metode Pembagian Tak Langsung
Memanfaatkan bagian dari keping pembagi yaitu engkol berhubungan langsung ke pros cacing dengan rasio (40:1) perpindahan posisi dengan cara memutar engkol kemudian pin dimasukkan pada lubang keping pembagi. Dapat digunakan untuk pembuatan: segi banyak beraturan, alur pada poros (alur miring), alur melingkar, bubungan (cam).
a. Prinsip Pembagian Tak Langsung
keping pembagi yang sudah ditentukan kita pasang dalam keadaaan diam terkubci, perpindahan posisi benda kerja dilakukan dengan cara memutar sesuai perhitungan.
b Urutan Proses Pembagian Tak Langsung
berputarnya benda kerja dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
nc= i/z
Keterangan:
nc: putaran engkol
i: angka rasio pasangan cacing (40:1)
z: jumlah angka pembagian (benda kerja)
nc:a.i/360
Keterangan:
nc: putaran engkol
i: angka rasio pasangan cacing (40:1)
a: alpha (sudut)
no keping pembagi dan jumlah lubang
1 -> 27, 31, 34, 41, 43
2 -> 33, 38, 39,42,46
3 -> 29, 36, 37, 40
A. Bagian Bagian Kepala Pembagi
Bagian yang sering digunakan: keping pembagi tetap dengan jumlah lubang 24 buah, tiga buah keping pembagi (index plate) dengan jumlah lubang yang berbeda-beda, pasangan poros dan roda gigi cacing (shaft and worm gear), pasangan roda gigi miring (helical gear), poros penyambung, jangka/ lengan perempat ( sector arm), engkol (crank) dan pin.
B. Menggunakan Kepala Pembagi
Kepala pembagi dipasang pada alur T meja mesin dengan cara dijepit menggunakan baut dan mur. Pencekam kepala pembagi dapat dipasang dalam posisi mendatar, miring, atau tegak. Dalam penggunaannya, kepala pembagi dapat digunakan secara langsung atau dapat dibantu dengan menambah seperangkat roda gigi pengganti yang umumnya dipasang pada sebuah kotak roda gigi (gear box) dihubungkan sebuah poros yang panjang.
C. Metode-Metode Pembagian
metode pembagian dalam penggunaan kepala pembagi, ada tiga yaitu: pembagian langsung (direct), pembagian tak langsung (indirect) dan pembagian urai (differential).
1. Metode Pembagian Langsung
Pembagian yang paling sederhana dari ketiga metode pembagian adalah metode pembagian langsung yaitu dengan memanfaatkan bagian dari kepala pembagi yaitu keping pembagi tetap dengan jumlah lubang 24 yang terpasang satu poros dengan roda gigi cacing yang berada didepannya, dalam penggunaan metode ini perpindahan posisi benda kerja kita lakukan dengan cara memutar pencekam benda kerja (three jaws chuck) kemudian pin dimasukkan pada lubang keping pembagi tetap. Metode pembagian langsung ini dapat digunakan untuk angka angka seperti 2, 3, 4, 6, 8, 12 dan 24.
a. Perhitungan metode pembagian tak langsung
penentuan jumlah lubang (putaran) dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:
n= 24/Z
Keterangan:
n= jumlah lubang (putaran)
24: jumlah lubang pada keping pembagi tetap
Z: angka pembagian (benda kerja)
2. Metode Pembagian Tak Langsung
Memanfaatkan bagian dari keping pembagi yaitu engkol berhubungan langsung ke pros cacing dengan rasio (40:1) perpindahan posisi dengan cara memutar engkol kemudian pin dimasukkan pada lubang keping pembagi. Dapat digunakan untuk pembuatan: segi banyak beraturan, alur pada poros (alur miring), alur melingkar, bubungan (cam).
a. Prinsip Pembagian Tak Langsung
keping pembagi yang sudah ditentukan kita pasang dalam keadaaan diam terkubci, perpindahan posisi benda kerja dilakukan dengan cara memutar sesuai perhitungan.
b Urutan Proses Pembagian Tak Langsung
berputarnya benda kerja dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
nc= i/z
Keterangan:
nc: putaran engkol
i: angka rasio pasangan cacing (40:1)
z: jumlah angka pembagian (benda kerja)
nc:a.i/360
Keterangan:
nc: putaran engkol
i: angka rasio pasangan cacing (40:1)
a: alpha (sudut)
no keping pembagi dan jumlah lubang
1 -> 27, 31, 34, 41, 43
2 -> 33, 38, 39,42,46
3 -> 29, 36, 37, 40
0 komentar: